01 September 2026 by Admin Panel
BANDAR LAMPUNG – Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 resmi berakhir setelah menghadirkan rangkaian kegiatan pariwisata, budaya, olahraga, kuliner, hingga ekonomi kreatif selama enam hari di Provinsi Lampung.
Perhelatan yang berlangsung sejak 25 hingga 30 Agustus 2026 tersebut ditutup secara resmi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Closing Ceremony bertajuk Malam Pesona Kemilau Krakatau di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).
Penutupan ditandai dengan penekanan sirine oleh Gubernur Lampung bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela, jajaran pemerintah daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Krakatau XXXV. Menurutnya, keberhasilan festival tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadirkan Festival Krakatau sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan potensi Lampung sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Festival Krakatau XXXV tahun ini dikemas dengan beragam atraksi yang memadukan kekayaan budaya dan kreativitas daerah. Sejumlah agenda menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM, seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, hingga industri kuliner dan kopi untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan wisatawan.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperkuat posisi festival sebagai bagian dari upaya memperluas promosi destinasi dan produk unggulan Lampung. Kehadiran berbagai aktivitas wisata dan ekonomi kreatif diharapkan mampu menciptakan pergerakan ekonomi yang lebih luas, tidak hanya selama festival berlangsung, tetapi juga memberikan efek lanjutan bagi pelaku usaha dan sektor pariwisata.
Malam penutupan turut menghadirkan pertunjukan seni yang menggambarkan kekayaan budaya Lampung. Paduan suara Treasure Harmony Lampung Community (THLC) tampil membawakan lagu-lagu daerah Lampung, dilanjutkan dengan Drama Tari Kolosal Gelora Gelegar Krakatau bertajuk Nadi Baru Menembus Abu yang mengangkat kisah dan semangat Krakatau sebagai bagian dari identitas kawasan Lampung dan Selat Sunda.
Suasana semakin meriah dengan penampilan Armada Band yang menjadi sajian utama pada malam penutupan dan menghibur masyarakat yang hadir di Lapangan Saburai.
Gubernur Mirza berharap Festival Krakatau dapat terus berkembang dari sisi kualitas, skala, maupun dampaknya terhadap masyarakat. Ia menargetkan event tahunan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi mampu tumbuh sebagai salah satu daya tarik utama yang memperkuat pariwisata Lampung.
“Insyaallah, Festival Krakatau akan menjadi rangkaian tahunan yang akan menjadi magnet bagi seluruh pariwisata di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Harapan tersebut sejalan dengan arah pengembangan Festival Krakatau sebagai event yang mampu mempertemukan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem. Ke depan, peningkatan kualitas penyelenggaraan diharapkan dapat semakin memperluas daya tarik festival serta mendorong lebih banyak wisatawan untuk datang dan mengenal berbagai potensi Lampung.
Dengan berakhirnya Festival Krakatau XXXV, semangat Nengah Nyappur yang menjadi tema tahun ini diharapkan terus menjadi energi kolaborasi dalam membangun pariwisata Lampung yang semakin kuat, inklusif, dan berdaya saing.
30 September 2026 by Admin Panel
01 September 2026 by Admin Panel
01 September 2026 by Admin Panel