30 September 2026 by Admin Panel
BANDAR LAMPUNG – Ruang kreativitas dan ekspresi seni kembali hadir di Provinsi Lampung melalui penyelenggaraan Gelar Karya ke-63 yang berlangsung pada 25–27 September 2026 di Pasar Kreatif dan Seni PKOR Way Halim, Bandar Lampung.
Mengusung semangat menghadirkan ruang kreatif yang terbuka bagi masyarakat, kegiatan ini mempertemukan beragam bentuk ekspresi seni, kreativitas komunitas, pertunjukan, hingga aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kegiatan tersebut juga terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai rangkaian acara sekaligus mengenal lebih dekat potensi seni dan kreativitas yang berkembang di Lampung.
Gelar Karya ke-63 menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan bahwa ekosistem ekonomi kreatif tidak hanya bertumpu pada produk, tetapi juga tumbuh melalui karya, talenta, komunitas, pertunjukan, pengalaman, dan interaksi dengan masyarakat.
Selama tiga hari penyelenggaraan, panggung Gelar Karya diisi dengan berbagai kegiatan seni dan kreativitas. Salah satu rangkaian yang ditampilkan adalah pameran dan live performance Pengampu PAKSI, yang memberikan kesempatan kepada seniman untuk memperlihatkan proses kreatifnya secara langsung kepada masyarakat.
Selain itu, hadir pula Gita Nada Lampung Community (GLNC) melalui pertunjukan paduan suara yang memperkaya keberagaman penampilan dalam kegiatan tersebut.
Semangat inklusivitas turut menjadi bagian penting dalam Gelar Karya ke-63 melalui keterlibatan Sahabat Difabel Lampung (SABILA). Para peserta menampilkan seni tari tradisional dan modern dance sekaligus memperkenalkan karya yang dihasilkan. Kehadiran komunitas ini menunjukkan bahwa ruang kreatif dapat menjadi wadah bersama yang memberikan kesempatan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk berkarya dan tampil.
Tidak hanya seni pertunjukan, suasana kreatif juga semakin beragam dengan keterlibatan Anime Cosplay Community yang menghadirkan karakter dan kostum cosplay sebagai bagian dari ekspresi budaya populer dan kreativitas generasi muda.
Gelar Karya ke-63 tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat, tetapi juga menyediakan aktivitas yang bersifat partisipatif.
Pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan kreatif, di antaranya Beauty Class bersama Mey Makeup Artist serta Zumba Ceria PAKSI bersama Zin Hasnah.
Bagi masyarakat yang ingin menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya, turut diselenggarakan Lomba Tari Kreasi Tradisional Lampung serta Lomba Mewarnai.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan seni dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi yang tidak hanya bersifat tontonan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar, mencoba, berkompetisi, dan menghasilkan karya.
Semarak kegiatan semakin terasa melalui penampilan sejumlah kelompok musik lokal. Panggung Gelar Karya turut menghadirkan Om Senang Band, Snoozy Band, Mirror Band, dan Qi2U Band.
Sementara itu, kekayaan seni tari Lampung juga mendapatkan ruang melalui penampilan sejumlah sanggar dan kelompok tari, antara lain Sanggar Sangsaka, Sanggar Bertangkai, Rapuly Dancer, SD Kartika XXVII (PERSIT), serta Sanggar Nuvusa Etnika.
Perpaduan antara musik, tari tradisional, tari kreasi, seni komunitas, hingga budaya populer tersebut memberikan gambaran mengenai keberagaman ekosistem kreatif yang berkembang di Lampung.
Penyelenggaraan Gelar Karya menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang pertemuan antara pelaku seni, komunitas kreatif, generasi muda, dan masyarakat.
Dalam perspektif pengembangan ekonomi kreatif, ruang seperti ini memiliki peran strategis karena karya kreatif membutuhkan ekosistem yang memungkinkan pelaku untuk tampil, berinteraksi dengan publik, membangun jejaring, sekaligus memperkenalkan potensi yang mereka miliki.
Kegiatan kreatif juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat subsektor ekonomi kreatif yang berkaitan dengan seni pertunjukan, musik, seni rupa, kriya, fesyen, konten kreatif, hingga subsektor lainnya yang berkembang melalui komunitas dan talenta lokal.
Kehadiran Pasar Kreatif dan Seni PKOR Way Halim sebagai ruang penyelenggaraan semakin memperkuat fungsi ruang publik sebagai tempat bertemunya kreativitas dengan masyarakat.
Lebih dari sekadar agenda pertunjukan, Gelar Karya ke-63 memperlihatkan pentingnya menghadirkan ruang publik yang dapat digunakan untuk berkarya, berekspresi, berkolaborasi, dan membangun apresiasi terhadap seni dan kreativitas.
Keberagaman penampil dan aktivitas yang hadir dalam kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, komunitas, pelaku kreatif, seniman, generasi muda, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Melalui ruang-ruang seperti Gelar Karya, karya kreatif masyarakat Lampung dapat semakin dikenal, diapresiasi, dan memiliki ruang untuk berkembang.
Gelar Karya ke-63 menjadi pengingat bahwa kreativitas tumbuh ketika tersedia ruang untuk berkarya. Dari panggung seni, komunitas, hingga ruang publik, setiap karya memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari gerak ekonomi kreatif Lampung.
30 September 2026 by Admin Panel
01 September 2026 by Admin Panel
01 September 2026 by Admin Panel