10 August 2026 by Admin Panel
LAMPUNG SELATAN – Kawasan Bakauheni Harbour City (BHC) kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu ruang pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung. Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat pada malam penutupan Harbour Fest 2026 di Amphitheater Menara Siger, Sabtu (8/8/2026).
Ribuan pengunjung memadati kawasan BHC untuk menikmati rangkaian hiburan yang memadukan pertunjukan musik, kuliner, aktivitas komunitas, serta kehadiran pelaku UMKM lokal. Kemeriahan tersebut sekaligus menciptakan pergerakan ekonomi di sekitar kawasan acara.
Sejumlah pelaku UMKM yang membuka stan selama kegiatan berlangsung turut merasakan dampak dari meningkatnya jumlah pengunjung. Produk kuliner, kerajinan, dan berbagai produk kreatif lokal menjadi bagian dari pengalaman yang dinikmati masyarakat selama berada di kawasan festival.
Harbour Fest 2026 tidak hanya menghadirkan panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara wisatawan, masyarakat, komunitas kreatif, dan pelaku usaha lokal.
Panggung utama pada malam penutupan semakin semarak dengan penampilan sejumlah musisi dan grup musik nasional, di antaranya Threesixty, Gilga Sahid, Guyon Waton, dan Kotak. Kehadiran para penampil tersebut menjadi salah satu daya tarik yang mendorong masyarakat datang dan menikmati suasana kawasan Bakauheni Harbour City.
Bagi sektor pariwisata, pola seperti ini menunjukkan bagaimana sebuah event dapat menjadi pemicu kunjungan sekaligus memperpanjang aktivitas wisatawan di suatu kawasan. Pengunjung yang datang untuk menghadiri pertunjukan juga berkesempatan menikmati kuliner, berbelanja produk lokal, serta mengenal berbagai potensi yang ada di sekitarnya.
Tingginya kunjungan pada Harbour Fest 2026 turut memperkuat gagasan pengembangan Bakauheni sebagai kawasan yang tidak hanya dikenal sebagai pintu masuk menuju Pulau Sumatra, tetapi juga sebagai destinasi yang layak untuk disinggahi dan dinikmati.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan bahwa Lampung Selatan ingin mengembangkan citra kawasan dari yang selama ini dikenal sebagai “Gerbang Sumatra” menjadi “Beranda Sumatra”, sehingga wisatawan tidak hanya melewati wilayah tersebut, tetapi juga memilih untuk berhenti dan menikmati berbagai pengalaman wisata.
Konsep tersebut sejalan dengan pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal sebagai bagian penting dari ekosistem destinasi. Semakin banyak wisatawan yang datang dan beraktivitas, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tercipta bagi masyarakat.
Harbour Fest 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Krakatau 2026, sekaligus memperlihatkan potensi event-based tourism dalam mendukung promosi destinasi Lampung.
Melalui penyelenggaraan event yang memadukan hiburan, budaya, kuliner, komunitas, dan UMKM, sebuah kawasan dapat menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam sekaligus membuka ruang promosi bagi produk-produk ekonomi kreatif.
Keberhasilan Harbour Fest 2026 menjadi gambaran bahwa pengembangan destinasi tidak hanya bertumpu pada daya tarik tempat, tetapi juga pada bagaimana sebuah kawasan mampu menghadirkan aktivitas yang membuat wisatawan tertarik datang, tinggal, berinteraksi, dan kembali berkunjung.
Dengan posisi strategis Bakauheni sebagai salah satu pintu masuk utama Sumatra, geliat Harbour Fest 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat konektivitas antara pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat lokal dalam membangun pengalaman wisata Lampung yang semakin berdaya saing.
01 September 2026 by Admin Panel
01 September 2026 by Admin Panel
26 August 2026 by Admin Panel