02 September 2025 by Admin Panel
Sabtu, 30 Agustus 2025 menjadi hari bersejarah bagi pariwisata dan olahraga udara di Lampung Selatan. Langit Batu Alif yang menjulang di ketinggian 320 meter di atas permukaan laut (mdpl) dipenuhi puluhan pilot paralayang penuh warna, menandai resmi dibukanya Krakatau Festival (K‑Fest) Paralayang Lampung 2025 yang merupakan rangkaian Krakatau Festival 2025 di Batu Alif Paragliding Site, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni.
Upacara pembukaan yang meriah dihadiri oleh Komandan Pangkalan TNI AU Pangeran M. Bun Yamin, Letkol Pnb. Oktavianus Olga S.N., A.M., dengan acara pengguntingan pita disaksikan jajaran Forkopimda dan pejabat daerah, menandai transformasi Batu Alif menjadi destinasi olahraga udara baru tingkat nasional.
Ketua pelaksana festival, Muhammad Qomaruddin, menyampaikan harapannya agar Lampung Selatan menjadi mandiri, tidak lagi bergantung pada lokasi seperti Puncak Bogor. Batu Alif diharapkan menjadi pusat pelatihan dan rekreasi paralayang yang berkembang.

Festival ini juga menghadirkan beragam lomba seru seperti "Fun Fly dengan Costume Terunik" dan "Foto Selfie Terbaik saat Fun Fly", lengkap dengan fasilitas kaos, konsumsi, dan transportasi dari area lepas landas hingga pendaratan.
Peserta datang dari berbagai daerah—Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, hingga Banten—didominasi atlet muda berpengalaman yang telah tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menurut Syaifuddin, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, festival ini tidak sekadar olahraga atau hiburan, tetapi merupakan bagian dari upaya strategis meneguhkan citra Lampung Selatan sebagai destinasi wisata unggulan. Setiap wisatawan adalah potensi ekonomi baru—bagi UMKM, lapangan kerja, dan pembangunan lokal.
Peresmian Site Batu Alif Paragliding juga mencatat awal penerbangan napi—berawal dari ide pilot bersertifikat Gatot Suryono pada November 2024, yang membuka potensi luar biasa lokasi ini, dengan panorama spektakuler seperti Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga Gunung Rajabasa sebagai daya tarik utama.
Tak hanya tentang olahraga, festival ini menjadi simbol sinergi antara semangat inovasi, wisata, dan komunitas—kembalinya optimisme “terbang lebih tinggi” untuk Lampung Selatan.
01 September 2026 by Admin Panel
01 September 2026 by Admin Panel
26 August 2026 by Admin Panel